Jumat, 06 Desember 2013

STRATEGI / CARA MEMILIH DAN MENENTUKAN BUKU YANG TEPAT UNTUK DIBACA / DIPELAJARI

Begitu banyak buku yang beredar setiap minggunya, semakin banyak variasi buku yang bisa kita baca. Banyak pilihan itu penting, namun terlalu banyak pilihan membuat kita kebingungan. Tidak jarang sudah membeli sebuah buku yang kita anggap bagus saat di toko buku ternyata sesampai di rumah buku itu tidaklah semenarik yang kita kira.

Bagaimana mengatasi hal ini? Langkah pertama adalah memilih buku yang tepat. Buku yang tepat artinya, buku yang kita butuhkan dan buku yang menarik bagi kita. Buku yang bagus bagi teman Anda mungkin bukan buku yang tepat bagi Anda. untuk itu kita perlu mencegah membeli buku yang salah, dan mendapatkan buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Tinjauan awal membuat Anda bisa mendapatkan gambaran besar sebuah buku dan menarik kesimpulan dan mencocokkan dengan kebutuhan Anda. Berikut saya uraikan singkat langkah-langkah meninjau sebuah buku.

1. Baca Kaver Depan
2. Baca Kaver Belakang
3. Baca Daftar isi
4. Buat Kesimpulan
5. Mengelompokkan buku
6. Apakah sesuai dengan kebutuhan
7. Membuat tujuan Membaca

Untuk 3 point pertama tentu Anda bisa melakukannya dengan mudah. Point 4 sampai 7 ini terkadang banyak yang bingung bahkan belum pernah melakukannya.
Setelah melakukan point satu sampai tiga, Anda mestinya sudah memiliki gambaran, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda, itulah definisi dari kesimpulan. Secara gambaran besar, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda.

Ada 3 kelompok buku menurut filsuf ternama di Inggris, Francis Bacon, ada buku yang hanya perlu dicicip, ada buku yang perlu ditelan saja, dan ada buku yang harus dikunyah dan cerna. Maksudnya bagaimana? Buku yang perlu dicicip adalah buku-buku yang tidak perlu kita baca semuanya. Hanya dengan membaca sebagian dari buku itu saja Anda sudah bisa mengetahui isi buku dengan baik, memahami dengan baik.

Buku yang ditelan adalah buku yang tidak memerlukan usaha, analisa yang terlalu mendalam untuk memahami isi bukunya. Biasanya ini adalah buku yang merupakan bidang yang Anda geluti. Misalnya seorang akuntan membaca buku akuntansi, ini adalah buku yang umumnya masuk kategori buku yang ditelan.

Buku yang harus dikunyah dan cerna artinya buku yang membutuhkan usaha ekstra, analisa yang lebih banyak untuk membaca. Misalnya seorang akuntan membaca buku tentang dunia pikiran. Atau seorang akuntan yang ingin mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku akuntan yang lebih rumit. Umumnya buku kelompok ini adalah buku-buku teknis.

Pengelompokkan buku ini bergantung pada minat, pengetahuan sebelumnya dan juga pengalaman seseorang. Bisa saja buku yang harus saya kunyah dan cerna bagi Anda adalah buku yang dicicip saja. Setiap kelompok buku mengharuskan kita memberikan energi dan waktu yang berbeda.
Tahap selanjutnya adalah apakah buku itu sesuai dengan kebutuhan saat ini? Jika ya, maka belilah buku tersebut. Jika belum atau tidak, Anda bisa menunda untuk membelinya. Dengan begitu, prioritas membaca menjadi lebih sederhana dan juga mengurangi kemungkinan buku yang semakin hari semakin menumpuk. Jika ini terjadi, akan menjadi beban emosi yang akan mempengaruhi kebiasaan Anda membaca.

Terakhir, jika buku tersebut memang ingin Anda baca, maka buatlah tujuan membaca. Tentunya setelah Anda membelinya. Pernahkah Anda menuliskan tujuan sebelum membaca sebuah buku. Sebuah tujuan sangatlah penting. Jika tidak buku tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal, dan juga kita mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses membacanya.

Referensi Artikel : http://bacakilat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar