Tampilkan postingan dengan label TIPS BELAJAR EFEKTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS BELAJAR EFEKTIF. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2014

TIPS AGAR SISWA DAPAT LEBIH DISENANGI OLEH GURU

Siswa / murid adalah bagian utama dari sekolah, tak lengkap guru tanpa ada siswa, tak lengkap pendidik tanpa adanya peserta yang dididik. Namun untuk mendapatkan hasil belajar yang terbaik, tentu kalian harus disenangi guru, disayang guru, dan diperhatikan guru (hanya dalam segi positif / baik).



Oleh karena itu, berikut ada tips untuk kalian yang sedang menempuh belajar di sekolah. Ada berbagai kriteria siswa / peserta didik yang disenangi oleh bapak maupun ibu guru di sekolah kalian, yaitu :

1.   Kritis pada guru tapi santun.

Kalian boleh-boleh saya mengkritik guru, tapi ingat, sampaikan dengan bahasa yang sopan, sikap yang santun, serta dengan tutur kata yang lembut.

2.   Ringan tangan ketika di suruh / dimintai tolong guru.

Jangan pernah membantah apalagi tidak mau disuruh guru kamu, asal itu baik lakukan dengan tuntas tugas yang diamanahkan oleh bapak/ibu guru.

3.   Selalu menegur / menyapa guru setiap kali berjumpa.

Setiap kali berjumpa, baik di lingkungan sekolah juga di luar sekolah, sapa bapak/ibu gurumu, minimal ucapkan apa kabar Pak/Bu, selamat sore, selamat malam, dan ucapan sapaan yang mencerminkan bahwa kamu memiliki karakter yang ramah dan tidak sombong.

4.   Tahu nama lengkap guru, jabatan, hingga latar belakang keluarganya.

Kenali nama lengkap dari bapak/ibu guru kamu dan latar belakang pendidikannya, lalu tanyakan jika ada yang belum kamu pahami dengan sopan, ini akan membuat gurumu senang karena kamu telah memperhatikan gurumu dalam sisi positifnya.

5.   Terbuka dan jujur ketika menjawab soal-soal ujian dan uji kompetensi lainnya yang diberikan oleh guru.

Jangan sekali-kali mencontek ketika ujian, baik dari lembar jawaban teman lain, ataupun dari buku catatan, jiplakan, dan sejenisnya, karena gurumu paham kok sampai di mana pemahaman masing-masing siswanya, oleh karena itu kejujuran merupakan nilai tinggi juga bagi kalian.

Dan akhirnya, jadilah siswa-siswa yang baik, seperti halnya ada kalimat bijak mengatakan “pemimpin yang baik adalah orang yang sebelum jadi pemimpin dapat dipimpin dengan baik oleh orang lainnya”. Semoga sukses masa belajarnya dan tercapai cita-citamu kelak… Amiin… Salam edukasi… 

Jumat, 11 Juli 2014

TIPS / CARA BELAJAR YANG EFEKTIF, BAIK, DAN BENAR

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :


1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.

Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

10. Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

11. Jangan Malu Untuk Bertanya.

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

12. Kerjakan PR

Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan

Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik

Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

18. Jangan Suka Mencontek Teman

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh

Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.

20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif

Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.

21. Hindari Sikap Tidak Jujur

Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.

22. Metode Imitasi

Proses belajar bisa berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi atau meniru. Metode ini di realisasikan ketika seorang meniru orang lain atau gurunya, metode ini sering di gunakan anak kecil untuk melafal kata bahasa dari orang tuanya, Begitu juga jika ia meniru berbagai perilaku,etika dan tradisi

23. Trial and Error

Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi.dia akan berusaha secara mandiri untuk memecahkan masalah yang di hadapi.terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah, namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakuakan kembali. Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar.

24. Conditioning

Manusia bisa belajar dengan pengkondisian. Seseorang di katakan belajar dengan pengkondisian jika ada stimulun dari indrawi yang merangsangnya. Ketika itulah seseorang menanggapi stimulus tersebut. Tanggapan yang ia berikan ialah suatu respon yang juga di barengkan dengan stimulus netral. Kemudian respon menyertai stimulus netral itu akan di ulang beberapa kali.

Setelah di lakukan pengulangan beberapa kali, kita akan menjumpai bahwa stimulus netrsl bisa memberikan respon dengan sendirinya sekalipun stimulus indrawi sudah tidak ada lagi.contoh klasi yang dilakukan psikolog Rusia Ivan pavlov dalam experimennya yang cukup masyur. Dia membunyikan lonceng (stimulus netral) pada waktu dia meletakkan sedikit makanan di mulut anjing (indrawi).biasanya, jika makanan itu di letakkan di deapn mulut anjing maka anjing tersebut akan meneteskan air liur (respon).dengan demikian air liur berbarengan dengan bunyi lonceng.

Ketika hal ini di ulangi beberapa kali, maka peneliti mencoba untuk membunyikan lonceng tanpa meletakkan makanan pada mulut anjing tersebut. Maka hasilnya anjing tersebut tetap meneteskan air liur ketika ia mendengar suara lonceng, sebuah respon baru yang belum pernah dialami oleh anjing. Sekarang anjing tersebut merespon bunyi lonceng dengan meneteskan air liurnya.padahal sebelum di lakukan eksperimen anjing tersebut tidak meneteskan air liur kalau hanya mendengar bunyi lonceng.

25. Metode Berpikir

Proses belajar juga bisa berjalan sempurna dengan melalui metode berpikir, dengan metode ini seseorang sering kali mampu menyelesaikan masalah hidupnya, dia akan memilki kesamaan dan apa saja yang tidak memiliki kemiripan. Dengan demikian dia akan bisa menarik kesimpulan, dengan pilihan tersebut. Maka pada kuncinya berilah anak-anak kita pertanyaan yang menurut dia mudah, dengan demikian anak tersebut akan selalu belajar dan berpikir.

26. Mulailah Dari yang “Kecil”

Mulailah belajar dari topik yang paling anda kuasai / gampang. Setelah itu barulah dilanjutkan dengan topik yang lebih “menantang”. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak langsung down dan putus asa jika mengerjakan soal-soal sulit terlebih dahulu.

27. Sering-seringlah “Practice

Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya.

28. Fokus

Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan setengah hati. Karena pikiran kita tidak dapat melakukan / memikirkan beberapa kegiatan / hal dalam satu waktu.

29. Mohon Bimbingan-NYA

Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.

30. Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan

Jika kita hanya menggunakan 1 buku sebagai bahan patokan untuk belajar. Apapun hasil yang kita dapat belum tentu maksimal. Untuk itulah, cobalah untuk mencari-cari hal yang terkait kita pelajari dengan menggunakan Sumber dan Media yang sudah ada. Kita bisa mencarinya dengan menggunakan Internet, Koran, Buku lain, Majalah, dan lain-lain. Tentu kita juga tidak mau ilmu yang kita dapat hanya segitu saja karena hanya mempunyai 1 buku atau sumber yang tidak lengkap. Untuk itulah, Sumber dan Media hanyalah sebagai pelengkap dalam belajar yang baik dan benar.

Referensi artikel : 30 Cara Belajar Yang Baik dan Benar dikutip dari FP Facebook “Mau Pintar, Belajar Di Sini”.

Jumat, 06 Desember 2013

BENARKAH COWOK / LAKI-LAKI LEBIH PINTAR DARIPADA CEWEK / PEREMPUAN

Organisation for Economic Co-operation & Development (OECD) melalui Programme for International Student Assessment (PISA) menyurvei lebih dari 510 ribu pelajar di 65 negara untuk mengukur indeks literasi matematika, membaca, dan sains. Dari survei tersebut terlihat, pelajar laki-laki lebih pintar dibandingkan perempuan.

Gap gender ini terutama terlihat dalam indeks literasi matematika, penilaian utama dalam PISA. Para cowok meraih nilai lebih tinggi dari para cewek di 37 negara. Sementara itu, hanya cewek-cewek di lima negara yang mampu mengungguli kejeniusan pelajar laki-laki.

Tidak hanya itu, pelajar perempuan juga cenderung kurang termotivasi bila dibandingkan dengan pelajar laki-laki dalam belajar matematika. Cewek-cewek ini juga kurang percaya diri dalam menunjukkan kemampuan mereka ketimbang para siswa. Namun gap dalam gender ini relatif kecil bila dibandingkan dengan gap di antara para siswa pintar dengan siswa kurang pintar.

Pada kurun 2000 hingga 2012, gap gender dalam kemampuan membaca terlihat jauh di 11 negara. Kali ini cewek-cewek lebih unggul. Pada literasi sains, baik cowok maupun cowok menunjukkan performa yang setara.

Berikut statistik berbagai aspek penilaian dalam PISA 2012, seperti dikutip dari keterangan tertulis OECD, Jumat (6/12/2013).

Membaca

Dari 64 negara dengan data yang dapat dibandingkan hingga 2012, 32 di antaranya menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membaca, 22 negara tidak berubah dan indeks literasi membaca di 10 negara menurun.

Chili, Estonia, Jerman, Hungaria, Israel, Jepang, Korea, Luxemburg, Meksiko, Polandia, Portugal, Swiss, dan Turki adalah contoh negara yang menunjukkan peningkatan literasi membaca.

Di antara negara-negara anggota OECD, 8,4% siswa menunjukkan performa yang baik dalam literasi membaca. Shanghai, China menempatkan 25,1% siswanya dalam kelompok tersebut. Kemudian, lebih dari 15% top performers adalah siswa di Hong Kong, China. Sementara itu, Jepang dan Singapura juga unggul dalam membaca seperti halnya sekira 10 % siswa di Australia, Belgia, Kanada, Finlandia, Prancis, Irlandia, Korea, Liechtenstein, Selandia Baru, Norwegia dan Taipei.

Sains

Shanghai, China, Hong Kong, China, Singapura, Jepang dan Finlandia adalah lima besar dalam literasi sains di PISA 2012. Estonia, Korea, Vietnam, Polandia, Kanada, Liechtenstein, Jerman, Taipei, Belanda, Irlandia, Australia, Macao, China, Selandia Baru, Swiss, Slovenia, Inggris, Republik Cechnya dan Belgia meraih nilai di bawah rata-rata dalam sains.

Di antara negara-negara anggota OECD, 8,4% siswa menunjukkan performa terbaik dalam sains dan meraih nilai sangat tinggi. Angka ini merupakan perbandingan dengan 15 persen siswa-siswa di Shanghai-China (27,2%), Singapura (22.7%), Jepang (18.2%), Finlandia (17.1%) dan Hong Kong, China (16.7%).

PISA 2012 menguji lebih dari 510 ribu siswa di 65 negara dalam literasi matematika, membaca dan sains. Fokus utama studi ini adalah Matematika. Keahlian memahami matematika adalah alat terbaik untuk memperhitungkan keluaran generasi muda. Kemampuan matematis juga memengaruhi kemampuan anak muda untuk berpartisipasi dalam pendidikan tingkat lanjut dan pencapaian lain di masa depan. (rfa)

FAKTOR PENYEBAB / ALASAN ANAK / SISWA MALAS BELAJAR

Ini pertanyaan yang mudah, tetapi sulit dijawab. Mengapa? Karena penyebab anak malas sangat banyak faktor. Mari kita bahas satu per satu :

1.      Tidak punya tujuan: Anak tidak mengerti dengan benar tujuan mereka belajar di sekolah, pokok  sekolah itu penting untuk masa depan kamu. Tapi masa depan seperti apa? Ketika anak tidak jelas tentang itu, dia tidak akan termotivasi saat belajar di sekolah.

2.      Lingkungan di rumah: Di rumah, anak tidak memiliki suasana belajar yang nyaman. Kalau belajar di kamar, ada ranjang mendingan tidur. Kalau belajar di ruang tamu, mendingan nonton. Kalau belajar di dapur, jadi pengen ngemil. Zona belajar sama seperti zona bekerja bagi orang dewasa. Ketika berada di zona itu, mood dan ide-ide kita bisa mengalir sendiri. Zona belajar juga membantu anak menjadi lebih konsentrasi dengan belajar.

3.      Over study: Anak sudah full belajar di sekolah. Sepulang sekolah, anak lanjut les. Sampai di rumah sudah malam, masih di suruh belajar? Kalau orang dewasa sudah bekerja seharian dan sepulang ke rumah masih di kasih kerjaan apakah mau? Kalau lembur biasanya ada reward lho. Kalau belajarnya lembur ada reward gak buat anak? Sebagian orangtua akan membantah, itu kan tanggungjawab anak. Sebaliknya, kalau orangtua disuruh kerja lembur tetapi tidak ada rewardnya mau gak? Hehe…

4.      Kurang perhatian: Selama bergelut di dunia konseling, saya banyak bertemu kasus anak yang  punya masalah di sekolah (prestasi jelek, berantem, bolos) dikarenakan kurang mendapat perhatian dari orangtua. Perhatian yang saya maksud adalah kasih sayang. Dan parahnya ini bahkan tidak disadari oleh anak lho. Ini adalah bentuk defense mechanism (mekanisme pertahanan diri) yang diciptakan oleh anak itu. Beberapa kasus yang saya dapatkan, ketika anak bermasalah biasanya orangtua dipanggil, ketika itu juga dia bisa bertemu dengan orangtuanya ditegur, dinasehati, dan tanpa disadari teguran dan nasehat itu dimaknai sebagai ‘kasih sayang’ bagi si anak.

5.      Punya hambatan diri: Anak tanpa sadar membuat persepsi yang menghambat dirinya tentang pelajaran tertentu. Pak Agus pernah membantu seorang anak perempuan yang punya kesulitan pelajaran fisika. Anehnya, nilai ujian matematika dan kimia anak ini selalu di atas 80, untuk nilai fisika tidak pernah lulus kkm. Setelah dicari tahu penyebabnya, ternyata anak ini pernah salah mengerjakan soal dan dibilang sama gurunya seperti ini, “kamu itu anak perempuan, perempuan itu memang nggak bisa ngerjain soal fisika”. Dan kata-kata itu menjadi program dalam diri anak. Setelah pak Agus bantu apa yang terjadi, nilai fisikanya meningkat derasits. Anak punya hambatan yang membuatnya malas untuk belajar. Hambatan ini harus dibereskan.

6.      Tidak punya strategi belajar: Anak hanya belajar tetapi tidak tahu cara belajar, bagaimana strategi dalam belajar, bagaimana strategi mengerjakan soal ujian. Ini akhirnya membuat anak malas untuk melakukan apa-apa. Sama halnya dengan orang dewasa yang diberikan target tetapi tidak pernah diajarkan bagaimana mencapai target tersebut.

7.      Mencari nikmat menghindari sengsara: Pada dasarnya manusia punya default system mencari nikmat menghindari sengsara. Bermain dianggap sebagai hal yang menyenangkan, sedangkan belajar karena beberapa hal yang saya jelaskan di atas dianggap menjadi hal yang tidak menyenangkan alias ‘sengsara’. Jadi kalau disuruh pilih mau belajar atau main, maunya bermain. Untuk mengatasi ini, anak harus bisa fokus pada kenikmatan yang lebih besar. Bukan kenikmataan sesaat.

Share : http://junianton.com- Juni Anton - Rekan Penulis “Bacakilat For Students: The Smart Learning Strategy”

BAGAIMANA CARA AGAR SAAT MEMBACA / BELAJAR TIDAK JENUH / MEMBOSANKAN

Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah belajar yang membuat jenuh menjadi belajar yang menyenangkan. Setiap kali melakukan sesuatu, kita selalu mendapatkan reward, atau hasil. Belajar ada hasilnya. Cek email dan twtitter juga ada rewardnya. Mana yang lebih menarik?

Biasanya jika kita tika memilik sebuah kejelasan mengapa kita harus belajar, pasti lebih menarik yang kedua.Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, pikiran selalu bertanya Apa Manfaatnya Bagiku. Dalam buku Quantum Learning (edisi bahasa Indonesia, buku ini menggunakan istilah AMBAK atau Apa Manfaatnya Bagi Ku, saya lebih senang menggunakan bahasa inggris WIIFM atau What’s In it For Me). Inilah yang selalu ditanyakan pikiran kita.

Apakah jawaban kita jelas? Apakah jawaban kita terhadap pertanyaan itu membuat kita bersemangat? Membuat kita mau menyelesaikan proses belajar? Jika menjawab WIIFM hanya sekedar menjawab dengan sesuatu yang biasa saja. Hambar saja. Kita juga akan kembali jenuh belajarnya. Jawaban ini haruslah yang kuat dan semangat. Untuk itu, kita harus memiliki tujuan yang lebih besar. Apa hasil akhir yang kita inginkan 5 sampai 10 tahun lagi?

Lalu bagaimana proses belajar sekarang akan membantu Anda untuk mencapai impian Anda? Buatlah kaitannya. Cari celah di mana belajar apa yang Anda pelajari sekarang akan mempengaruhi pencapaian Anda di masa depan. Lalu mulai menuliskannya. Iya, menuliskannya.

Menuliskan agar kita ingat, agar kita bisa dengan mudah merujuk kembali tujuan yang sama. Ini juga akan meningkatkan kemungkinan kita untuk mendapatkan informasi lebih mudah, karena ada kejelasan dalam pikiran.

Jadi, buat tujuan jangka panjang. Lalu buat tujuan belajar, apa yang bisa Anda dapatkan dari proses belajar itu dan manfaatnya apa untuk tujuan jangka panjang Anda. Dan ini haruslah personal. Jangan ikutan orang lain.

Dalam buku the Power of Habit, Charles Duhigg mengatakan kebiasaan itu ada pemicunya. Kita harus menemukan apa pemicu yang membuat kita melakukan kebiasaan itu. Apa pemicu yang membuat Anda mau cek email. Mau cek twitter atau sosial media Anda.Lalu apa reward yang ada rasakan sewaktu melakukan kebiasaan itu? Sadari dan temukan itu. Lalu setiap kali pemicunya muncul, ganti itu dengan belajar. Ganti itu dengan rutinitas bermanfaat lainnya. Berikan reward yang sama atau lebih baik atas rutinitas baru itu. Apakah ini akan mudah? Tidak. Tidak akan mudah. Tapi bisa. Bersiaplah untuk menghadapi tantangannya.

Menghilangkan emosi yang tidak menyenangkan dalam belajar. Emosi yang tidak menyenangkan dalam belajar harus diminimalisir, jika bisa dihilangkan total. Karena emosi yang tidak menyenangkan seperti malas, tidak konsentrasi, merasa susah, merasa diri lambat belajar, dan perasaan lainnya ini mempengaruhi 80% masalah belajar.

Cara termudah adalah dengan membandingkan, apa akibatnya jika Anda memiliki untuk mengikuti perasaan itu. Lalu apa manfaatnya jika Anda memilih untuk belajar dengan semangat dengan tujuan yang membuat Anda bersemangat. Selalu bandingkan. Dan pastikan tujuan yang bersemangat itu selalu menang. Kalau kalah ya, nggak akan ada bedanya.

Referensi Artikel : http://bacakilat.com

TUJUAN MEMBACA BUKU / MEMPELAJARI SUATU ILMU

Sebelum mulai membaca, sangat penting untuk membuat tujuan. Tujuan membuat pikiran kita jelas apa yang ingin kita capai dari proses membaca. Tanpa sebuah tujuan, kita akan kehilangan arah dan tidak menyelesaikan buku yang kita baca. 

Jika meninjau dan mengumpulkan semua contoh tujuan membaca, kita bisa mengelompokkan menjadi 4 tujuan besar. Yang mana setiap kelompok tujuan ini membutuhkan analisa, konsentrasi, kecepatan dan pemahaman yang berbeda satu sama lain. Setiap tujuan yang berbeda juga membutuhkan strategi dan pendekatan yang berbeda.

Empat tujuan membaca ini adalah:
1.   Membaca untuk kesenangan
2.   Hobi dan ketertarikan pribadi
3.   Membaca untuk belajar
4.   Menguasai sebuah keahlian

Sekarang kita lihat satu per satu.

1. Membaca untuk Kesenangan

Membaca untuk kesenangan atau kenikmatan adalah ketika kita membaca dengan lambat, menikmati proses dan ceritanya. Umumnya ini digunakan untuk membaca buku fiksi atau buku novel. Tentu tidak menyenangkan jika sebelum mengetahui prosesnya, Anda sudah mengetahui akhir dari sebuah cerita. Kita tentu ingin mengimajinasikan apa yang kita baca, menikmati bayangan-bayangan yang dilukiskan penulis dalam kata-katanya.

Kita tidak bisa menikmati proses membaca jika kita memutar sebuah film dengan kecepatan tinggi. Kita akan kehilangan unsur emosinya dalam membaca. Dalam sistem bacakilat, apakah kita bisa menikmati proses membaca?

Jika kita membaca dengan sistem bacakilat, pertama kita membuat tujuan, lalu bacakilat dan diikuti dengan baca ekspres untuk menikmati proses membaca. Dengan mendahuluinya dengan membacakilat, kita membuat pikiran bawah sadar familiar sehingga kita bisa menggunakan imajinasi dengan lebih efektif.

Membaca ekspres artinya kita mengatur kecepatan yang mana kita bisa mempercepat di area tertentu dan memperlambat di area lain. Dengan megatur kecepatan seperti ini, membuat fokus kita selalu pada proses membaca. Dan bisa menikmati proses membaca dengan baik. Hal-hal yang ingin Anda nikmati lebih dekat dan detil, perlambatlah sambil melibatkan imajinasi Anda. Sedangkan informasi yang tidak terlalu menarik perhatian Anda, Anda percepat tanpa kehilangan inti dari informasi itu.

Tips untuk menikmati majalah dan koran.
Untuk menikmati dan mengingat informasi yang ada di koran atau majalah, kita perlu mempersiapkan pikiran kita untuk menyimpan informasi berdasarkan awal pertanyaan: Apa, Mengapa, Di mana, Bagaimana, Siapa, Kapan. Karena para wartawan umumnya menggunakan patokan ini untuk menuliskan naskah atau artikel. Dengan menggunakan pegangan ini kita bisa menemukan informasi yang penting dalam artikel.

2. Membaca hobi dan ketertarikan pribadi
Membaca hal yang Anda senangi membutuhkan sedikit proses pembelajaran. Berbeda dengan proses membaca untuk menikmati kita tidak membutuhkan proses pembelajaran apa-apa, hanya untuk menikmati. Namun, tidak ada yang akan menguji pemahaman Anda kecuali diri Anda sendiri. Anda perlu melakukan proses membaca yang tidak hanya sekali baca. Namun, beberapa kali membaca dengan berbagai pendekatan, sehingga Anda bisa mencerna dan menjalankan hobi Anda dengan baik.

Pertama, tentukan tujuan Anda membaca buku. Lalu Anda bisa menggunakan bacakilat untuk menyerap dan memproses informasi ini satu halaman per detik untuk mempermudah langkah membaca selanjutnya. Atau jika tidak pun, Anda bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya yaitu membangun rasa penasaran dan membuat pikiran kita familiar dengan struktur buku.

Lalu mulai mencari inti informasi dengan langkah memindai menjelahi. Menemukan inti informasi yang termasuk dalam 4-11%. Dan menandai atau lebih bagus lagi langsung mencatatnya dalam mindmap Anda.

Anda bisa kembali membaca bagian yang Anda tandai itu atau membaca kembali mindmap Anda untuk mengingatkan proses penting yang Anda butuhkan.

3. Membaca untuk mempelajari
Proses pembelajaran membutuhkan Anda memahami informasi yang bisa saja Anda tidak butuhkan setelah suatu proses selesai. Belajar bisa jadi karena ada sebuah tujuan yang ingin kita capai untuk proses pekerjaan atau karena diminta oleh orang yang ada di atas kita. Bukan informasi yang menjadi perhatian kesenangan kita.

Mulai belajar dengan sebuah tujuan, lalu awali dengan bacakilat. Dan saat melakukan review, kita tidak hanya mengajukan pertanyaan ke judul dan subjudul, kita juga menarik sedikit pikiran kita untuk mengetahui bagian subjudul ini membahas tentang apa. Jangan lebih dari 15 menit untuk memahami bagian mana menjelaskan tentang apa.

Banyak yang menyamakan membaca sama dengan belajar. Sehingga besar keinginan membaca sekali langsung kita memahami apa yang kita baca. Belajar adalah memahami dan mengingat. Membaca adalah memasukkan informasi ke pikiran kita. Membaca harusnya menjadi bagian paling sedikit dalam proses pembelajaran. Kita perlu menemukan di mana kita harus menerapkan proses belajar, untuk memahami dan mengingat. Jadi segera temukan bagian yang perlu kita dalami, tandai dan kembali membaca untuk mengingat dan memahami di langkah selanjutnya. Dan ingat selalu untuk membuat mind map dari apa yang harus dipahami dan diingat.

4. Membaca untuk menguasai sebuah keahlian
Seorang dokter tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya setelah ia membuka luka operasi. Seorang pilot tidak tahu di mana dan cara untuk mendarat. Setiap ahli harus mengetahui dan menguasai sebuah keahlian dengan baik untuk bisa menerapkannya dengan baik demi kepentingan diri sendiri dan orang lain.

Untuk menguasai sebuah keahlian, porsi membaca adalah porsi yang paling kecil. Di sini kita perlu memulai dengan tujuan yang tepat dan spesifik. Semakin spesifik sebuah tujuan, semakin baik hasil yang kita dapatkan. Lakukan bacakilat dua kali untuk memproses informasi dan membiarkannya berada dalam pikiran bawah sadar Anda, yang mana itu adalah gudang informasi Anda.

Nah, mulai lah dengan review, bertanya, membangun rasa penasaran, memahami struktur buku dan mengetahui apa yang dibahas pada bagian tersebut, dan jangan habiskan waktu yang banyak cukup 15 menit untuk proses ini.

Gunakan memindai menjelajahi untuk menemukan mana informasi yang harus Anda dalami dan kuasai. Tandai, mindmapping dan kembalilah untuk proses memahami, mengingat dan menguasai. Proses pembelajaran membutuhkan kita menggali lapis demi lapis untuk menyelami dan memahami apa yang kita butuhkan.

Referensi Artikel : http://bacakilat.com

KAPAN WAKTU / SAAT-SAAT EFEKTIF, TERBAIK, DAN TEPAT UNTUK MEMBACA BUKU SERTA MEMPELAJARI SUATU ILMU

Saya tahu sih saya harus membaca. Tapi saya tidak punya waktu. Saya mau sih baca, tapi saya ga bisa konsentrasi. Saya mau sih baca, tapi saya udah capek pulang kerja dan tidak bisa baca lagi. Kalaupun baca, ya, ngantuk, langsung tidur.

Kapan donk waktu terbaik untuk baca?

Sebelum kita menemukan waktu untuk membaca, kita pertama harus merasa membaca itu benar-benar penting dan dibutuhkan. Jika kita tidak merasa butuh membaca, jika kita tidak ingin dan tidak mau mencapai sesuatu yang lebih baik dari kehidupan kita sekarang, maka keharusan membaca sama dengan nol.

Tentu saya tidak membicarakan membaca novel atau komik. Tapi membaca hal yang membangun diri Anda. Membaca buku yang menunjang pekerjaan Anda. Mengembangkan diri Anda. Mendekatkan diri Anda dengan orang-orang yang Anda sayangi.

Membaca membutuhkan alasan. Jika Anda tidak memiliki alasan yang kuat. Impian yang kuat, yang ingin Anda wujudkan dalam kehidupan Anda, maka membaca bukan dan tidak akan menjadi prioritas.

Jadi pertanyaan pertama, Apa yang benar-benar Anda inginkan?
Alasan mengapa ada jeda waktu antara Anda sekarang dan impian Anda adalah supaya Anda memiliki waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan wadah dalam diri Anda agar siap mencapai dan menikmati impian Anda. Jeda waktu ini, kita harus berubah. Jeda waktu ini kita perlu bertumbuh. Jeda waktu ini kita perlu menjadi orang yang layak dan siap untuk mencapai tujuan. Jeda waktu ini perlu belajar dan melakukan banyak hal.

Membaca menjadi penting ketika tujuan yang ingin Anda capai adalah hal yang sangat penting untuk Anda. Jadi yang pertama adalah apa yang ingin Anda capai dan perubahan serta pembelajaran apa yang Anda butuhkan? Kedua, menghilangkan masalah dalam membaca. Seberapa sering Anda merasa malas membaca? Akan jauh lebih malas lagi ketika tidak ada tujuan dalam membaca.

Anda perlu menyadari semua masalah membaca Anda dan bandingkan dengan tujuan. Jika masalah Anda lebih besar dari tujuan Anda dan Anda kalah dari masalah Anda, berarti tujuan Anda terlalu kecil untuk memotivasi Anda. Ganti tujuannya.

Ketiga, Memprioritaskan waktu membaca. Kapan waktu membaca yang tepat? Pagi hari. Iya, benar pagi hari. Bangun lebih pagi. Siapkan 30 menit untuk membaca. Mengapa pagi hari? Alasan umumnya adalah itu waktu Anda paling segar. Jika Anda bisa meluangkan waktu Anda di pagi hari membaca, hari Anda akan menjadi lebih semangat. Anda sudah memulai hari Anda dengan kemenangan. Anda memasukkan informasi positif ke dalam diri Anda.

Anda mengisi tangki energi Anda. Anda mengisi wawasan Anda. Anda membuat progres mencapai impian Anda. Anda melakukan yang tidak dilakukan orang rata-rata. Anda melakukan apa yang dilakukan para orang paling sukses.

Alasan selanjutnya, pagi hari Anda memiliki kekuatan tekad yang sangat tinggi, tangki tekad Anda masih penuh. Sesegar apapun Anda di malam hari, jika tangki tekad Anda kosong, tetap membaca akan menjadi hal yang Anda tunda.

So Anda siap menyiapkan waktu membaca pada pagi hari Anda? Bahkan sebelum Anda sarapan. Bagaimana dengan Anda? Selama ini, kapan waktu membaca Anda?

Referensi Artikel : http://bacakilat.com

STRATEGI / CARA MEMILIH DAN MENENTUKAN BUKU YANG TEPAT UNTUK DIBACA / DIPELAJARI

Begitu banyak buku yang beredar setiap minggunya, semakin banyak variasi buku yang bisa kita baca. Banyak pilihan itu penting, namun terlalu banyak pilihan membuat kita kebingungan. Tidak jarang sudah membeli sebuah buku yang kita anggap bagus saat di toko buku ternyata sesampai di rumah buku itu tidaklah semenarik yang kita kira.

Bagaimana mengatasi hal ini? Langkah pertama adalah memilih buku yang tepat. Buku yang tepat artinya, buku yang kita butuhkan dan buku yang menarik bagi kita. Buku yang bagus bagi teman Anda mungkin bukan buku yang tepat bagi Anda. untuk itu kita perlu mencegah membeli buku yang salah, dan mendapatkan buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Tinjauan awal membuat Anda bisa mendapatkan gambaran besar sebuah buku dan menarik kesimpulan dan mencocokkan dengan kebutuhan Anda. Berikut saya uraikan singkat langkah-langkah meninjau sebuah buku.

1. Baca Kaver Depan
2. Baca Kaver Belakang
3. Baca Daftar isi
4. Buat Kesimpulan
5. Mengelompokkan buku
6. Apakah sesuai dengan kebutuhan
7. Membuat tujuan Membaca

Untuk 3 point pertama tentu Anda bisa melakukannya dengan mudah. Point 4 sampai 7 ini terkadang banyak yang bingung bahkan belum pernah melakukannya.
Setelah melakukan point satu sampai tiga, Anda mestinya sudah memiliki gambaran, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda, itulah definisi dari kesimpulan. Secara gambaran besar, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda.

Ada 3 kelompok buku menurut filsuf ternama di Inggris, Francis Bacon, ada buku yang hanya perlu dicicip, ada buku yang perlu ditelan saja, dan ada buku yang harus dikunyah dan cerna. Maksudnya bagaimana? Buku yang perlu dicicip adalah buku-buku yang tidak perlu kita baca semuanya. Hanya dengan membaca sebagian dari buku itu saja Anda sudah bisa mengetahui isi buku dengan baik, memahami dengan baik.

Buku yang ditelan adalah buku yang tidak memerlukan usaha, analisa yang terlalu mendalam untuk memahami isi bukunya. Biasanya ini adalah buku yang merupakan bidang yang Anda geluti. Misalnya seorang akuntan membaca buku akuntansi, ini adalah buku yang umumnya masuk kategori buku yang ditelan.

Buku yang harus dikunyah dan cerna artinya buku yang membutuhkan usaha ekstra, analisa yang lebih banyak untuk membaca. Misalnya seorang akuntan membaca buku tentang dunia pikiran. Atau seorang akuntan yang ingin mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku akuntan yang lebih rumit. Umumnya buku kelompok ini adalah buku-buku teknis.

Pengelompokkan buku ini bergantung pada minat, pengetahuan sebelumnya dan juga pengalaman seseorang. Bisa saja buku yang harus saya kunyah dan cerna bagi Anda adalah buku yang dicicip saja. Setiap kelompok buku mengharuskan kita memberikan energi dan waktu yang berbeda.
Tahap selanjutnya adalah apakah buku itu sesuai dengan kebutuhan saat ini? Jika ya, maka belilah buku tersebut. Jika belum atau tidak, Anda bisa menunda untuk membelinya. Dengan begitu, prioritas membaca menjadi lebih sederhana dan juga mengurangi kemungkinan buku yang semakin hari semakin menumpuk. Jika ini terjadi, akan menjadi beban emosi yang akan mempengaruhi kebiasaan Anda membaca.

Terakhir, jika buku tersebut memang ingin Anda baca, maka buatlah tujuan membaca. Tentunya setelah Anda membelinya. Pernahkah Anda menuliskan tujuan sebelum membaca sebuah buku. Sebuah tujuan sangatlah penting. Jika tidak buku tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal, dan juga kita mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses membacanya.

Referensi Artikel : http://bacakilat.com

CARA / LANGKAH EFEKTIF DALAM MENUMBUHKAN / MEMBANGKITKAN MINAT BACA ANAK / SISWA

Ada berbagai cara / strategi jitu untuk membuat anak / murid kita agar mempunyai minat baca yang tinggi atau setidak-tidaknya berhasil membangkitkan minat baca pada anak maupun peserta didik kita. 

Membaca adalah jendelanya dunia, dengan membaca wawasan anak akan semakin bertambah, dengan membaca, anak akan lebih tahu, dengan membaca pula ia akan dapat melakukan hal-hal yang lebih banyak lagi dan lebih terarah tentunya. Berikut langkah-langkah yang bisa kita dilakukan untuk membangkitkan minat baca pada anak, di antaranya :

1.         Jadilah role model bagi anak. Anak belajar sangat cepat dengan meniru. Coba ingat-ingat ketika anak Anda masih bayi, dia gampang sekali meniru apa yang Anda lakukan. Begitulah naluri dasar manusia dalam belajar. Siapa role model yang paling tepat? Tentu saja orangtua.

2.         Anak perlu ditunjukkan bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan, asyik, seru dan sangat berguna. Ini bisa dilakukan dengan menceritakan apa yang telah Anda baca dan betapa Anda senang karena telah mendapat manfaat dari membaca. Anda juga jelaskan bahwa mereka juga bisa memiliki buku yang cocok untuk usia mereka.

3.         Perbanyak buku Anda di rumah. Jika bisa Anda punya perpustakaan sendiri atau minimal rak buku. Ini akan menimbulkan bahwa membaca adalah hal yang biasa dan merupakan lifestyle dalam keluarga Anda. Justru aneh jika di dalam rumah tidak ada buku bacaan.

4.         Kalau sedang jalan-jalan ke mall, ajak anak Anda mengunjungi toko buku. Jadikan toko buku sebagai tempat rekreasi.

5.         Jangan takut bahwa anak akan jadi kutu buku. Santai saja… Tidak ada kutu buku jika bukunya sering dibersihkan. Anak yang terlihat kutu buku biasanya karena kurang bersosialisasi. Anda cukup memastikan bahwa anak Anda tidak hanya berteman dengan buku saja tetapi juga punya kehidupan sosial bersama tetangga, teman sekolah, teman les, teman ibadah, dan lain-lain. Social skill pada anak juga bisa dibentuk dengan banyak berkomunikasi antara anak dan orangtua.

Itulah 5 hal yang bisa dilakukan untuk membangun minat membaca pada anak. Semakin dini usia anak semakin mudah Anda menumbuhkan minat membacanya. Kelima cara di atas lebih cocok untuk anak yang sudah lancar berkomunikasi. Jika anak Anda masih balita, tentu ini jauh lebih mudah, Anda cukup sering membacakan cerita dari buku kepada mereka dan biasakan mereka sering bertemu dengan buku. Dengan demikian mereka akan bertumbuh dalam lingkungan membaca.

Referensi Artikel : http://bacakilat.com